Aku berdiri disini.
Di tempat yang sama,
sebermula melihatmu dan sebermula aku pergi menghilang darimu.
Ragaku pergi, tapi aku tak pernah melangkah dari tempat ini.
Ragaku yang liar berjalan entah kemana, jauh darimu dan menghilang.
Menempa diri ke belantara sunyi, atau samudera tanpa nama.
Tapi aku tak pernah melangkah dari tempat ini.
Mata jiwa dan kakiku tertanam memaku disini.
Dan ketika ragaku kembali,
aku tak lagi melihatmu berdiri di tempat ini.
Aku mencari, di celah dedaun atau di antara langkah kaki.
Aku mencarimu, aku berteriak memanggilmu.
Di tempat yang sama, tak ku temui.
Lalu aku diam,
berdiri menengadah tapi tak kulihat langit cerah sebermula aku melihatmu.
Hanya awan-awan hitam yang berarak mendung menjadi tabir.
Tetap menengadah, dengan jemari sibuk menyibak awan.
Ya terseka, langit terbuka dan matahari bersinar tak bertabir.
Aku menemukanmu, berjalan menghampiriku di tempat ini.
Melangkah beriringan dengan sepasang kaki yang seirama.
Rupanya semesta tengah merangkapmu bahagia.
Aku bahagia.
Aku menemukanmu, tapi tak ikut melangkah denganmu.
Aku tetap di tempat yang sama, melihatmu melangkah melaluiku.
Aku tetap di tempat yang sama, melihatmu bahagia dan melangkah pergi.
Dan aku tetap di tempat yang sama, tak di depanmu, tak juga di sampingmu.
Aku tak kemana-mana.
Aku di di belakangmu, mengiringi bahagiamu dengan bahagiaku.