Rabu, 30 Agustus 2017

Yang Aku Cemaskan

Bila saja telah sampai pada waktunya nanti

Dimana kita tak dapat lagi berteduh di bawah rindangnya pohon
Dimana gunung gunung rata menjadi dataran
Dimana sungai, pun lautan telah berubah warna menjadi kehitaman

Dan, dimana ikan pun hewan hewan telah sampai pada titik kepunahan
Akankah kita tetap bisa bertahan hidup tanpa itu semua?
Akankah uang, plastik, beton, semen, dan baligo-baligo berisi janji, pun propaganda yang menawarkan kesejahteran itu mampu mengobati kelaparan kita? Akankah itu semua mampu meredakan penderitaan kita?
Aku rasa tidak!!

Aku cemas, anak cucuku kelak tak dapat lagi makan dari apa-apa yang tumbuh dari tanah air ini
Aku cemas, anak cucuku kelak tak dapat lagi berteduh, bermain, pun belajar di bawah rindangnya pepohonan
Aku cemas, anak cucuku kelak tak dapat lagi menikmati indahnya pemandangan dari puncak gunung ataupun perbukitan di negeri ini
Dan aku cemas, anak cucuku kelak tak dapat lagi berenang riang di laut juga hilir sungai yang jernih
Di negeri ini. Negeri yang kaya namun dimiskinkan secara perlahan oleh rakyatnya sendiri!

Maka, tak ada lagi gemanya nyanyian; Tanah air beta
Tak ada lagi syahdunya senandung;
Rayuan pulau kelapa
Tak ada lagi harunya pekik perjuangan, kidung; Indonesia raya
Dan maka, aku, kamu, juga kami semua berevolusi menjadi tamu di tanahnya sendiri!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar